728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Thursday, March 18, 2021

    Salah Kaprah Seolat Tarawih 4 Rakaat

    Salah kaprah sholat tarawih 4 rakaat

    Banyak orang terkecoh dan terjebak dalam memahami penjelasan Imam Muhammad al-Shan’âniy dalam kitab Subul al-Salâm Syarh Bulûgh al-Marâm,  sehingga mereka mengatakan tata cara shalat Tarawih dengan 4 rakaat  sekali salam disebutkan dalam kitab itu. Untuk menjawab tuduhan itu,  mari kita lihat secara langsung redaksi Imam Muhammad al-Shan’âniy,  yang artinya:
    Rasulullah tidak pernah melakukan shalat malam (sepanjang tahun) pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 rakaat. Kemudian  Siti A’isyah merincikan  shalat Rasulullah dengan perkataannya:”Beliau  shalat 4 rakaat”. Redaksi ini memiliki kemungkinan 4 rakaat dilakukan  sekaligus dengan 1 salam, ini adalah yang zhahir, dan juga bisa dipahami  4 rakaat itu dilakukan secara terpisah (2 rakaat- 2 rakaat), tetapi  pemahaman ini jauh hanya saja ia sesuai dengan hadis Shalat malam itu  dilakukan dengan 2 rakaat- 2 rakaat.[1]
    Maksud perkataan Imam  Muhammad al-Shan’âniy:” 4 rakaat dilakukan dengan sekali salam,  dipahami menurut zhahir/tekstual hadis. Sedangkan pelaksanaan 4 rakaat  dengan 2 salam menjadi jauh bila tidak ada keterangan dari hadis lain.  Tetapi 4 rakaat dengan cara 2 salam memiliki kekuatan dengan adanya  keterangan hadis Shalat malam itu dilakukan dengan 2 rakaat- 2 rakaat.
    Dalam hal ini Imam Syafii mengatakan dalam kitab al-Risâlah sebagai berikut:
    ???????  ??????? ????? ?????? ???????? ??? ??????? ???????? ????? ?????? ?????  ?????????? ???????????? ?????? ???????? ???????? ??????? ???? ????????  ????? .
    Artinya: “Setiap perkataan Rasulullah dalam  hadis yang bersifat umum/zhahir diberlakukan kepada arti zhahir dan  umumnya sehingga diketahui ada hadis lain yang tetap dari Rasulullah”.[2]
    Maksud  dari  perkataan Imam Syafii adalah redaksi hadis yang masih bersifat  umum/zhahir, boleh-boleh saja dipahami demikian adanya, dengan catatan  selama tidak ada keterangan lain dari hadis Rasulullah. Tetapi bila  ditemukan hadis Rasulullah yang menjelaskan redaksi zhahir dan umum satu  hadis, maka hadis tersebut tidak boleh lagi dipahami secara zhahir dan  umum.
    Jika hendak dipertentangkan, hadis tentang shalat yang  dikerjakan 2-2 lebih kuat dan lebih banyak diamalkan oleh umat sebab ia  merupakan hadis Qauliy (perkataan Nabi) dalam riwayat lain dikatakan  juga sebagai hadis Fi’liy (perbuatan Nabi), sedangkan hadis Siti Aisyah  4-4 hanya merupakan hadis Fi’liy (perbuatan Nabi). Ketika terjadi  perbedaan antara perkataan Nabi dengan perbuatannya maka yang harus  dilakukan umatnya adalah mengamalkan apa yang diperintahkannya  (perkataannya), sebabnya adalah lantaran perbuatan Nabi bisa jadi  merupakan kekhususan bagi beliau yang tidak berlaku bagi umatnya.  Contohnya adalah tentang kandungan surat annisa ayat 3 sebagai perintah  Nabi kepada para sahabat dan umatnya agar tidak memiliki istri lebih  dari 4 orang. Padahal beliau sendiri di akhir hayatnya meninggalkan 9  orang istri. Dalam hal ini yang berlaku adalah kita tetap tidak boleh  memiliki istri lebih dari 4. Sementara beristri lebih dari 4 merupakan  kekhususan yang hanya boleh bagi Nabi. Dengan kaidah ini, maka  mengerjakan shalat malam dengan 2-2 rakaat lebih tepat ketimbang  mengerjakannya dengan 4-4 rakat sekali salam, sebab bisa jadi shalat 4-4  rakaat merupakan sesuatu yang khusus bagi Nabi.
    Masih ada cara  lain yang paling mudah untuk memahami hadis Siti Aisyah yakni dengan  mencari ucapan Aisyah sendiri pada lain kesempatan. Kita tentu berhak  mempertanyakan kembali apakah  yang dimaksud Siti Aisyah 4 rakaat  benar-benar sekali salam??? Ternyata Siti Aisyah sendiri sebagai  periwayat hadis 4-4 menjelaskan dalam hadis lain bahwa yang dimaksud  dengan 4 rakaat pelaksanaannya adalah dengan 2-2. Perhatikanlah  penjelasan Siti Aisyah pada hadis berikut ini:
    ???? ????????? ??????? ?????  ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ??????  ?????? ???? ???????? ???? ??????? ?????????? ?????? ??????? ???????  ???????? ??????????? ????? ????????? ??????? ???????? ???????? ????????? ?????? ????? ???????????? ????????? ???????????  ??????? ?????? ???????????? ???? ??????? ????????? ??????????? ????  ????????? ????????? ???????????? ????? ???????? ????????????  ????????????? ????? ????????? ????? ??????? ??????????? ??????  ?????????? ???????????? ?????????????.
    Artinya: Dari  Aisyah berkata: ”Seringkali Rasulullah melakukan shalat antara selesai  shalat Isya yang disebut orang dengan shalat ’Atamah sampai Fajar beliau  mengerjakan shalat 11 rakaat, beliau melakukan salam pada tiap 2 rakaat  dan melakukan 1 rakaat Witir. Apabila seorang Muadzzin selesai dari  azan shalat Shubuh yang menandakan fajar telah datang, Muadzzin tersebut  mendatangi beliau beliau pun melakukan shalat 2 rakaat ringan setelah  itu beliau berbaring (rebah-rabahan) atas lambungnya yang kanan sampai  Muadzzin itu mendatangi beliau untuk Iqamah.”[3]
    Menurut  ketentuan, jika seseorang telah menjelaskan maksud dari ucapannya  sendiri, maka tidak ada seorang pun berhak memberikan penafsiran atau  pemahaman yang menyalahinya. Nampak jelas, shalat dengan 2-2 rakaat  lebih kuat ketimbang 4 rakaat sekali salam. Dengan kata lain shalat 2-2  rakaat terjamin kebenaran dan keabsahannya. Dari sini dapat dipahami  jika ada ulama yang mengatakan shalat Tarawih dengan 4-4 sekali salam  adalah tidak sah.


    [1] Muhammad Ibn Ismâîl al-Shan’âniy, Subul al-Salâm Syarh Bulûgh al-Marâm, vol. 2 h. 27.

    [2] Muhammad Ibn Idrîs al-Syâfiiy, al-Risâlah, (Jakarta: Dinamika Jakarta t.t) h. 148.

    [3] Hadis tersebut disebutkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya hadis no: 1216, Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak hadis no: 1671, Imam al-Darimiy dalam sunannya hadis no: 1447, Imam al-Bayhaqiy dalam al-Sunan al-Shughra hadis no: 600, al-sunan al-Kubra hadis no: 4865 dan Ma’rifah Sunan Wa al-Atsar hadis no: 1435.


    Betapa  batilnya tuduhan-tuduhan orang yang tidak menyetujui shalat Tarawih 20  rakaat dengan menggunakan dalil, satu hadis Siti Aisyah yang menerangkan  satu paket shalat Witir, mereka pecah menjadi dua dalil sekaligus, 8  rakaat untuk shalat Tarawih dan 3 rakaat untuk shalat Witir. Bagi mereka  yang mengatakan hadis Siti Aisyah (4,4,3) sebagai dalil shalat Tarawih  adalah pendapat orang yang ilmunya masih cetek. Laksana buah masih  pentil belum mateng, jadi masih sepet dan rada-rada getir.
    Mereka  hanya melihat zhahir satu hadis saja, tanpa mempertimbangkan hadis-hadis  lain untuk dikompromikan dan direkonsiliasikan yang dalam istilah para  pakar ulama hadis disebut(?????????? ???????????????) .  Mereka juga mengabaikan penjelasan para ulama. Sebuah kesalahan fatal,  apabila mencoba memahami al-Qur’an dan hadis secara langsung tanpa  mengerti pandangan dari para ulama terlebih dahulu.
    Syaikh  Muhammad Ibn Abdul Wahhab, Syaikh Abdurrahman al-Sa’adiy, Syaikh Abdul  Azîz Ibn Abdullah Ibn Bâz, Syaikh Muhammad Ibn Shalih Utsaymin, Syaikh  Nur Ali al-Darab, Syaikh Abdullah Ibn Qaud, Syaikh Abdullah Bassam,  Syaikh Saîd Ibn Ali al-Qahtâniy. Mereka adalah para pentolan ulama Wahhabi, mereka sepakat mengatakan bahwa: shalat Tarawih itu dilaksanakan dengan cara 2 rakaat – 2 rakaat. Lihat: Kitab Muallafat Syaikh Ibn Abdil Wahhab, juz 2 hal: 19; Fatawa Syaikh Abdurrahman al-Saadiy, hal: 175; Kitab Syaikh Muhammad Utsaymin: Syarh Shahih al-Bukhariy juz 4 hal: 238, dan Syarh Riyadhus Shalihin juz 3 hal: 265; Kitab Shalatul Mu’min juz 1 hal: 347, karya Syaikh Saîd Ibn Ali al-Qahtâniy. Begitu juga pendapat Syaikh Abdul Hamid Kisyik, Syaikh Muhammad Syaltut, Sayyid Ali Fikri, Sayyid Sabiq dan ulama lainnya mereka sepakat bahwa shalat Tarawih itu dilakukan dengan salam pada setiap 2 rakaat.
    Menurut  para ulama, shalat Tarawih dengan formasi 4 rakaat sekali salam itu  menyalahi prosedur perkataan dan perbuatan Nabi sebagaimana riwayat  hadis Imam al-Bukhariy dari sahabat Nabi, Abdullah Ibn Umar:
    ????? ??????? ????? ??? ??????? ??????? ?????? ??????? ????????? ????? ??????? ??????? ??????? ?????? ????????? ?????????? ??????????? . (???? ??????? ??? 1069)
    Artinya:”Sesungguhnya  Seorang lelaki bertanya; Ya Rasulullah, bagaimana cara shalat malam?  Rasulullah menjawab; Shalat malam itu 2 rakaat-2 rakaat. Maka apabila  engkau khawatir subuh maka shalat witirlah engkau dengan satu rakaat.
    Lantas, ”Kenapa  muncul pendapat yang mengatakan bahwa shalat Tarawih cara shalatnya 4  rakaat-4 rakaat.”???? Wahhabi jilid berapa mereka.”????
    Mungkin  pendapat seperti itu berpangkal pada khayalan mereka saja. Padahal  tidak ada satu pendapat ulamapun dalam kitab-kitab Mu’tabarah yang  mengatakan Shalat Tarawih dikerjakan dengan cara 4 rakaat sekali salam, 4  rakaat sekali salam. Mereka telah menetapkan sesuatu tanpa ada dalil.  Maka yang memfatwakan atau mengajarkan shalat Tarawih dilaksanakan  dengan cara 4 rakaat sekali salam, merekalah yang bertanggung- jawab  atas hal ini.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Salah Kaprah Seolat Tarawih 4 Rakaat Rating: 5 Reviewed By: Jass
    Scroll to Top