Kita Butuh Gaza

Kita Butuh Gaza

144
1
SHARE

Surat “Gaza tidak membutuhkanmu !”, dibuat Santi Soekanto ( wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010 ) di atas kapal Mavi Marmara saat masih berada di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Surat ini beredar cukup luas dan cepat. Menurut saya dikarenakan disebarluaskan oleh baik yang pro membantu Palestina maupun yang “membiarkan” Palestina.

Mungkin para pembaca akan terkejut, saya katakan bahwa ada sebagian umat muslim yang “membiarkan” palestina ?
Bacalah tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/01/dukung-palestina/

Bagi mereka yang “membiarkan” palestina,  tertarik menyebar luaskan dikarenakan judul surat tersebut “Gaza Tidak Membutuhkanmu!”

Komentar mereka secara cepat tanpa membaca isi surat itu, diantaranya adalah “Benar, Gaza tidak membutuhkanmu !”

Padahal inti surat itu ada pada kalimat berikut

…Gaza tidak membutuhkan aku. Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds….

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak -betapa pun sedikitnya- menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.

Tepat sekali ungkapan hati, jurnalis kita bahwa “Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini”…

Benarlah saudara-saudara muslimku. Kita yang membutuhkan Gaza ! Kita yang membutuhkan saudara-saudara muslim kita di Palestina !

Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
“Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai……..(HR. Muslim).

Ketetapan Allah tentang keadaan di Palestina saat ini, merupakan cobaan bagi kita, umat muslim di tempat lain.
Membantu dan Mendukung saudara-saudara muslim kita di Palestina adalah bagian dari penyempurnaan keimanan kita sebagaimana hadits di atas.
Sedangkan membiarkan mereka adalah wujud dari cinta dunia.

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan”. (QS. Hud : 15-16)

”Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat” [Asy Syuura:20]

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’aam : 44 ).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY