728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Thursday, June 25, 2009

    Pemikiran JK bag 7 - Demokrasi yang Santun

    Dalam rangka mendukung siapakah sosok yang didukung oleh para Ulama dan mempertimbangkan bahwa “tak kenal maka tak sayang”, marilah kita lihat sosok JK berdasarkan buah pikiran beliau yang diambil dari 2 buah buku kumpulan pidato tanpa teks yang direkam dan ditranskripsikan dalam judul.

    Buku ke-1, Pikiran-pikiran Praktis M. Jusuf Kalla – Mengurai benang Kusut, 68 Pidato

    Buku ke-2, Bunga Rampai Lepas M. Jusuf Kalla – Krisis Membuahkan Kemajuan, 71 Pidato

    Dengan melihat buah pikiran beliau, semoga kita dapat membaca kompetensi/ kemampuan dan harapan beliau dalam memimpin negeri ini kelak.

    Berikut cuplikan pemikiran beliau tentang ruang ditata untuk rakyat, buku ke-2, hal 203 s/d 207



    Demokrasi yang Santun

    Seruan ulama, nasihat ulama, kadang-kadang lebih didengar dan dihormati daripada nasihat dan imbauan para menteri. Sangat pentinglah kerja sama antara pemerintah dan para ulama.

    Kita semua menyadari bagaimana kita mempunyai tujuan yang sama untuk bangsa ini, memajukan bangsa ini, menyejahterakan rakyatnya, memajukan bangsanya, menuju baldatun thayyibatun warobbun ghafur. Itulah cita-cita kita semua dan tentu itu juga cita-cita dan tujuan para ulama. Kita mempunyai satu tujuan dan satu cita-cita yang sama, yang membedakan hanyalah cara dalam mencapai tujuan tersebut. Untuk mencapainya diperlukan semakin banyak program kerja.

    Harapan kita semua adalah dalam menjalankan pemerintahan negara dan memimpin bangsa ini dengan dasar yang saya katakan tadi, menjaga NKRI dengan demokrasi dan tradisi, tentu tradisi yang dimaksud adalah tradisi ulama yang menjaga akhlak bangsa, menjaga agamanya. Untuk menjalankan seluruh upaya tersebut tentu dengan istiqomah, dengan akhlaqul karimah. Tanpa itu semua kita tidak bisa memimpin bangsa ini dengan sebaik-baiknya, tidak bisa mencapai tujuan kita dengan sebaik-baiknya. Karena itulah, di samping doa para ulama, upaya bersama dalam bidang agama, bidang sosial, bidang pendidikan, bidang ekonomi tentu sangat diharapkan.

    Kita semua sangat menghargai semua upaya para ulama kita yang demikian hebatnya memajukan pendidikan, apakah itu melalui pendidikan di pesantren, madrasah, dan sebagainya. Sungguh luar biasa. Tanpa upaya dari para alim ulama, para ustadz, dan para kiai yang menjalankan pesantren, madrasah, dan sebagainya, saya yakin kecerdasan bangsa tidak akan seperti ini.

    Pemerintah selalu menghargai dan membantu upaya itu karena sebenarnya ini adalah tugas pemerintah yang dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh para alim ulama dan para kiai karena ini adalah bagian dari tujuan dan cita-cita kita bersama. Pemerintah akan selalu membantu memberikan jalan karena sebaliknya, para ulama juga telah membantu pemerintah, mendoakan pemerintah, mendoakan rakyat dan mencerdaskan rakyat. Inilah hal yang selalu menjadi penghargaan dan harapan kita semua.

    Disamping itu, usaha-usaha sosial yang sedemikian rupa, apakah itu berupa usaha sosial kemasyarakatan, usaha-usaha yang memberikan harmoni dan keseimbangan bangsa yang dilaksanakan oleh para alim ulama juga merupakan karya dan upaya yang tidak ternilai harganya untuk bangsa ini.

    Seperti yang telah saya sampaikan tadi, bahwa jika kita secara pribadi mengalami kesulitan atau kegembiraan, atau negara mengalami kesulitan atau kegembiraan, maka yang pertama kita undang dan kita harapkan kehadirannya adalah para ulama untuk berdoa. Karena itulah kita sangat menghargai semua perbuatan tersebut.

    Sekarang kita juga ditantang untuk memajukan ekonomi bangsa, menggerakkan masyarakat untuk membangun dan berusaha, menggerakkan masyarakat kecil untuk tumbuh dalam berusaha. Saya selalu ingatkan bahwa kita umat Islam adalah umat yang sangat mandiri. Hal ini terlihat apabila kita ingin membangun madrasah, pesantren, masjid, mushala dan panti asuhan, sumber dana utamanya adalah zakat, infak dan sedekah. Zakat, infak dan sedekah bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar jumlahnya hanya apabila ekonomi umat menjadi baik. Kehidupan ekonomi umat bisa lebih baik hanya jika umat mau bekerja keras, penuh semangat, dan kreatif dengan diiringi doa dan dorongan para ulama.

    Hal ini penting karena moral ulama, seruan ulama, dan nasihat ulama kadang-kadang lebih didengar dan dihormati daripada nasihat dan imbauan para menteri. Sangat pentinglah kerja sama antara pemerintah dan para ulama. Kita mengharapkan kerja sama dan bantuan para ulama.

    Apabila bangsa ini maju maka 85–90% umat akan maju. Begitu juga sebaiknya, apabila bangsa ini tidak maju maka bagian terbesar rakyat Indonesia yang tidak maju adalah umat kita sendiri. Karena itulah, dorongan dan dukungan doa dari para ulama sangat penting bagi kita semua.

    Dewasa ini banyak sekali ajaran yang kita anggap sesat. Pentinglah bagi kita semua, bagi majelis ulama, bagi organisasi islam, bagi partai islam untuk mengevaluasi dan mawas diri apa yang kurang, apa yang salah dalam dakwah kita. Kita harus menyelesaikannya secara baik, dengan dakwah terlebih dahulu, memberi nasihat dengan hikmah, tidak melaksanakannya secara jahiliyah dengan menggunakan batu dan api. Kita tidak boleh melakukan cara-cara seperti itu, tetapi dengan hikmah dan dengan dakwah. Kita renungkan dan pikirkan persoalannya dengan tenang dan bijaksana. Itulah harapan kita bersama sebagai organisasi, sebagai partai, apalagi tentu sebagai partai para alim ulama.

    Karena itulah, kita mengharapkan upaya bersama untuk membangun bangsa ini secara baik, akhlaqul karimah, mengajarkan hal-hal tersebut kepada seluruh bangsa dengan contoh-contah yang baik. Apabila kita jalankan itu, baik dalam pendidikan, dalam kita bernegara, dalam pemerintahan, dalam DPR, dalam hal-hal kita berdemokrasi, saya yakin kemajuan bangsa ini akan dapat jauh lebih cepat.

    Sekarang ini kita memang sudah berdemokrasi. Tetapi, demokrasi bukan hanya ketika setiap orang bebas berbicara apa saja, bisa membicarakan apa saja, bahkan kadang-kadang menghujat siapa saja. Kita berdemokrasi dengan penuh kesantunan. Tanpa kesantunan tentu kita tidak menjalankan apa yang disebut tadi dengan tradisi, tradisi ulama, tradisi ahlussunnah wal jama’ah.

    Itulah hal-hal yang menjadi harapan kita semua karena sebuah bangsa harus mempunyai nilai-nilai moral yang dijaga, yang dalam hal ini dijaga oleh para alim ulama, para pemuka agama, oleh kita semua. Kita telah melihat dalam sejarah panjang bangsa kita bahwa tanpa ada yang menjaga moral bangsa tentu kita tidak akan mempunyai bangsa yang besar dan semangat yang besar.

    PEMBUKAAN MUSYAWARAH NASIONAL

    ALIM ULAMA DAN

    RAPAT KERJA NASIONAL

    PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA (PKNU)

    TAHUN 2007

    GEDUNG SERBA GUNA

    KOMPLEK GELORA BUNG KARNO, JAKARTA

    9 NOVEMBER 2007
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pemikiran JK bag 7 - Demokrasi yang Santun Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top