728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Friday, May 7, 2010

    Kaum Sufi

    Sebagaimana yang disampaikan Abul Qasim Al-Qusyairy an-Naisabury, seorang ulama sufi abad ke-4 hijriyah,   “Kaum Sufi, Allah benar-benar telah menjadikan kaum ini sebagai kelompok para waliyullah terpilih; mengutamakan mereka atas semua hambaNya setelah para Rasul dan Nabi-Nya. Semoga Allah memberi shalawat dan salam kepada mereka.
    Allah menjadikan hati mereka tambang berbagai rahasiaNya; dan mengkhususkan mereka lebih dari umatNya yang lain dengan pantulan cahayaNya. Mereka bagai hujan bagi mahlukNya yang selalu berputar dan berkeliling bersama Al-Haqq dengan kehakikatanNya ditengah “keumuman” tingkah laku manusia.
    Allah menjernihkan mereka dari segala kekotoran sifat manusia; melembutkan hati dan rohani mereka pada pencapaian tempat-tempat (maqam) musyahadat (persaksian ruhani pada kebesaran dan kegaiban Allah) dengan “penampakan Al-Haqq dari segala hakikat keesaanNya; menempatkan mereka untuk “tetap tegak” dengan sikap penyembahan dan mempersaksikan pada mereka saluran-saluran hukum ketuhanan.
    Karena itu mereka mampu menunaikan segala bentuk kewajiban yang dibebankan kepada mereka; mampu menghakikati segala yang dianugerahkanNya, berupa perubahan-perubahan dan berbagai putaran hidup, kemudian kembali kepada Allah dengan kebenaran iftiqar (butuh dan menggantung pada kehadiran dan peran Allah) dan hati yang remuk redam karena Allah.
    Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Luhur dan Tinggi; bebas berbuat apa yang dikehendakiNya; bebas memilih siapa saja yang dikehendakiNya; tidak ada yang memberi ketentuan hukum kepada Nya; tidak ada kebenaran bagi makhluk yang mengharuskan pada Allah; sebab pahalaNya adalah awal keutamaan dan siksaanNya adalah hukum keadilanNya; perintahNya adalah ketentuan yang mutlak dari Allah.


    Sumber: “Ar Risalatul Qusyairiyah fi ‘Ilmit Tashawwuf, Abul Qasim Abdul Karim Hawazin Al Qusyairi An Naisaburi atau versi terjemahan “Risalah Qusyairiyah”, sumber kajian ilmu tasawuf, penterjemah Umar Faruq, penerbit Pustaka Amani, Jakarta

    =========================================
    Catatan tentang sufi seperti yang ditulis oleh Ibnu Athaillah.

    =========================================

    Syekh Abu al-Abbas r.a mengatakan bahwa orang-orang berbeda pendapat tentang asal kata sufi. Ada yang berpendapat bahwa kata itu berkaitan dengan kata shuf (bulu domba atau kain wol) karena pakaian orang-orang shaleh terbuat dari wol. Ada pula yang berpendapat bahwa kata sufi berasal dari shuffah, yaitu teras masjid Rasulullah saw. yang didiami para ahli shuffah.

    Menurutnya kedua definisi ini tidak tepat.

    Syekh mengatakan bahwa kata sufi dinisbatkan kepada perbuatan Allah pada manusia. Maksudnya, shafahu Allah, yakni Allah menyucikannya sehingga ia menjadi seorang sufi. Dari situlah kata sufi berasal.

    Lebih lanjut Syekh Abu al Abbas r.a. mengatakan bahwa kata sufi (al-shufi)
    terbentuk dari empat huruf: shad, waw, fa, dan ya.

    Huruf shad berarti shabruhu (kebesarannya), shidquhu (kejujuran), dan shafa’uhu(kesuciannya)

    Huruf waw berarti wajduhu (kerinduannya), wudduhu (cintanya), dan wafa’uhu(kesetiaannya)

    Huruf fa’ berarti fadquhu (kehilangannya), faqruhu (kepapaannya), dan fana’uhu(kefanaannya).

    Huruf ya’ adalah huruf nisbat.

    Apabila semua sifat itu telah sempurna pada diri seseorang, ia layak untuk menghadap ke hadirat Tuhannya.

    Kaum sufi telah menyerahkan kendali mereka pada Allah. Mereka mempersembahkan diri mereka di hadapanNya. Mereka tidak mau membela diri karena malu terhadap rububiyah-Nya dan merasa cukup dengan sifat qayyum-Nya. Karenanya, Allah memberi mereka sesuatu yang lebih daripada apa yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri.

    ================================

    Firman Allah ta’ala yang artinya: ”...Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki…” (QS An-Nuur:21)

    Firman Allah yang artinya,
    [38:46] Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
    [38:47] Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
    (QS Shaad [38]:46-47)

    ======================================
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    3 comments:

    1. Gelar yg disandang para ulama2 diatas luar biasa besarnya tp lebih besar fitnah yg dibawanya. Wahai ulama pembawa fitnah janganlah kalian menilik dr luar halaman kaum sufi sejati dan jangan pula menterjemahkan kitabnya dengan akal mu yg palsu,krn adalah akibatnya pada generasi baru. Bimbang ragu tak berkesudahan.

      ReplyDelete
    2. Memang kalau cuma mengandalkan riwayat2 tidak negatif tentang tasawuf , banyak orang yang memandangnya jadi salah paham dan mau menang sendiri. Kaum sufi di zaman dahulu tidak hanya ahli agama tapi mempunyai pengetahuan yang tentang segala sesuatu di alam ini.
      Terbukti hasil penelitian seorang Tetapi di Jepang di zaman ini, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.
      Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk .Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan,
      dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in
      Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Air bisa menyembuhkan seseorang setelah dibacakan doa memicu metobolisme di dalam tubuh manusia sehingga sembuh.
      Para kaum sufi telah mengetahui ini di masa lalu, dengan zikir yang khusyuk dan air dapat menyembuhkan penyakit, oleh mereka yang dengki dibilang sihir atau sesat.
      Bisa dilihat di :http://vianmerry.blogspot.com/2009/02/penelitian-air-bisa-mendengar.html.
      Semoga bermanfaat bagi yang lain, segala Puji untuk Allah Tuhan Semesta Alam

      ReplyDelete
    3. tashawwuf yang benar berpegang syari'at Islam^_^ wallahu ta'ala a'lam

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Kaum Sufi Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top