728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Tuesday, July 20, 2010

    Tasawuf dalam Islam

    Kesalahpahaman muslim tentang Tasawuf


    Sebagian ulama tanpa disadari membingungkan ummat mereka dengan pernyataan bahwa Tasawuf adalah dari Nasrani, Budha atau dari ajaran atau agama lainnya.

    Pernyataan sebenarnya adalah Tasawuf ada di Nasrani, Budha, di ajaran lainnya, begitu pula dalam Islam

    Lho,  koq ulama kaumku bisa salah paham?
    Tentu saja bukankah  kita yakin bahwa ulama tentu tidak maksum (terjaga dari segala kesalahan).

    Oleh karenanya kita sebaiknya mengikuti atau taat kepada ulama yang sudah disepakati oleh jumhur ulama.

    Kalau jumhur (banyak) ulama menyelisihi pendapat ulama yang kita ikuti maka kita harus lebih berhati-hati mengikuti ulama itu dengan selalu merujuk kepada Al-Qur'an dan Hadits.

    Apakah konten Tasawuf dalam Islam ?

    yakni, tentang akhlak dan budi pekerti, bertobat, bertalian dengan hati (tazkiyatun nafs) , cara-cara ikhlas, khusyu, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, qanaah, tawakal, zuhud, ma’rifatullah dan lain-lain

    Apakah nama program studinya pada sekolah tinggi / universitas Islam ? Nama program studinya Akhlak / Tasawuf
    Selengkapnya baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/07/pendidikan-akhlak/

    Jadi Tasawuf adalah hanya sekedar nama atau istilah saja yang telah disepakati oleh banyak orang.

    Lalu apakah konten Tasawuf serupa disemua ajaran ?

    Ya, tentu nama atau istilah sepakat dipergunakan untuk sesuatu yang sama atau hampir sama.

    Jadi konten Tasawuf hampir sama disemua ajaran, tentang akhlak, jiwa, mengenal yang disembah. Yang berbeda adalah tuhan yang disembah.
    Dalam Islam , Tiada Tuhan selain Allah

    Coba kita perhatikan , di zaman modern ini , banyak kita dapati sekolah-sekolah nasrani menghasilkan murid-murid yang berhasil dalam belajarnya karena akhlak mereka yang baik seperti disiplin, tertib, gigih, tekun dan akhlak-akhlak baik lainnya

    Ini sunnatullah, mereka mendapat apa yang mereka usahakan
    Apapun di alam dunia berlaku hubungan sebab-akibat.

    firman Allah, yang artinya,
    Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan”. (QS. Hud : 15-16)

    Mereka mendapatkan hasil dari segala upaya pekerjaan di dunia, namun karena mereka menyembah selainNya maka mereka diakhirat mendapatkan neraka. Naudzubillah min zalik.

    Lalu mengapa kita yang telah bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, tidak berupaya berakhlakul karimah ?

    Mungkinkah kesalahpahaman tentang Tasawuf ini merupakan upaya untuk menjauhkan dari Allah ?

    Mungkinkah menjauhkan muslim dari Tasawuf merupakan upaya agar muslim tidak dapat berkomunikasi dengan Allah, bertemu dengan Allah, berinteraksi dengan Allah ?

    Sadarilah bahwa orang-orang yang mempunyai rasa permusuhan pada mukmin sangat berkeingingan untuk "memisahkan" muslim dengan tasawuf/akhlakul karimah dengan cara membuat cerita-cerita mistik berlebihan, memberikan paradigma, stigma, definisi negatif pada tasawuf dalam Islam.

    Sungguh seorang muslim yang mengenal tasawuf dalam Islam atau akhlakul karimah maka mereka akan mempunyai kesadaran pada realitas peran dan fungsi di dunia. Kesadaran inilah yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang mempunyai rasa permusuhan pada mukmin. Kesadaran akan peran dan fungsi manusia di dunia sebagai hamba Allah. Kesadaran bahwa tiada daya upaya selain pertolongan/izin Allah.

    Marilah kita mendalami dan menjalankan pokok-pokok ajaran dalam Islam secara menyeluruh (kaffah), sebaiknya tidak menolak/meningkari satu pokokpun. Pokok-pokok ajaran dalam Islam yakni, , Islam (rukun Islam, fiqih), Iman (rukun Iman, Ushuluddin), Ihsan (akhlak, Tasawuf).

    Kita mendalami dan menjalankan keseluruhan pokok-pokok ajaran dalam Islam agar menjadi muslim yang sholeh, muslim terbaik, muslim yang ihsan atau muhsinin yakni muslim yang dapat seolah-olah melihat Allah.

    Seolah-olah melihat Allah yang timbul dari akhlakul karimah = keadaan sadar (kesadaran) atau perbuatan/perilaku secara sadar dan Mengingat Allah.

    Setiap perilaku kita / akhlak kita harus dengan mengingat Allah, seluruh waktu kita penuh berinteraksi dengan Alllah

    Berinteraksi dengan Allah dengan cara berinteraksi dengan firman-firmanNya yakni Al-Qur’an. Seluruh perbuatan / akhlak kita harus selalu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits.

    Rasulullah mengatakan “Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak.” (HR Ahmad).

    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S Al-Ahzab : 21).

    Ada beberapa kemungkinan terjadinya kesalahpahaman dalam mengenal Tasawuf.

    Kesalahpahaman timbul bisa dikarenakan belum dapat memahami apa yang disampaikan oleh ulama Tasawuf.  Ulama Tasawuf  kadang mengunakan bahasa atau perumpamaan yang tidak mudah dipahami oleh orang awam.

    "Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (QS An Nuur [24]:35 )

    Kesalahpahaman bisa pula timbul dikarenakan yang menyampaikan tasawuf adalah dukhala ilmi artinya ahli ilmu (ulama) namun bukan ahli dalam bidang tasawuf. Sehingga ulama tersebut sesungguhnya menyampaikan sesuatu yang tidak dipahaminya.

    "Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." (QS Luqman [31]:6 )

    Sehingga orang yang menerima tentang tasawuf karena dia tidak paham atau karena dia mendapatkan dari dukhala ilmi , ikut-ikutan menyampaikan kepada orang lain tentu tanpa pengetahuan yang sebenarnya, sehingga mereka mengolok-olok tasawuf. Ketidak hati-hatian ini akan memperoleh azab yang menghinakan. Wallahu a'lam

    Marilah kita dalami dan jalankan Tasawuf dalam Islam.

    Wassalam

    Zon di Jonggol
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    14 comments:

    1. dama putra rokanJuly 29, 2010 at 1:42 AM

      dengan berakhlakul karimah, setiap jiwa adalah rahmatan lil alamin...

      ReplyDelete
    2. tulisan yang tidak jelas kemana arahnya. Setahu saya tasawuf itu agama baru yang dibuat oleh para imamnya. Biasanya sangat getolnya ke kuburan.

      ReplyDelete
    3. Berarti antum masih salahpaham

      ReplyDelete
    4. Tasawuf dalam bentuk thoreqot terdapat ajaran yg benar tentang akhlak, keikhlasan tapi banyak juga penyimpangan penyimpangannya. Kalau mau belajar akhlaq yg belajar kepada ahlusunnah kpd para salaf. Akhlaq adalah penghias agama dan merupakan bagian yg penting dari bangunan islam yg sempurna. Menyeru pada ajaran tasawuf adalah talbis saja. Dakwahkan saja islam secara kaffah, tauhid, ibadah, akhlaq, muamalah, siyasah dll.

      ReplyDelete
    5. Antum katakan "banyak juga penyimpangan penyimpangannya". Berdasarkan apa antum mengatakan itu ?
      Apakah prasangka antum saja ?
      Berdasarkan apa antum menilainya sebagai penyimpangan, sedangkan tasawuf dalam Islam adalah akhlakul karimah yakni keadaan sadar (kesadaran) atau perilaku/perbuatan mengingat Allah. Klo bukan tentang akhlakul karimah maka kita harus tegas bahwa itu bukan tasawuf dalam Islam. Yakinlah muslim yang mendalami tasawuf dalam Islam akan mengaplikasikan tentang Ihsan yakni seperti yang disampaikan oleh malaikat jibril, seolah-olah melihatNya atau minimal yakin bahwa Allah melihat kita. Muslim yang mendalami tasawuf, muslim yang mengaplikasikan tentang Ihsan, muslim yang berakhlakul karimah, muslim yang sholeh (ibaadillaahish shoolihiin) dengan Ihsan mereka termotivasi menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

      ReplyDelete
    6. Bagi Saya dunia tasawuf adalah suatu tempat dimana kita bisa merasakan kedekatan kepada Allah SWT , dari siapapun yg memandang tsawauf itu Bid'ah atau Sesat karena sesorang tdk mempelajari dan mengenalnya secara lebih dalam .

      ReplyDelete
    7. Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullahu meriwayatkan dengan sanadnya sampai Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu: “Jika seorang belajar tasawuf di pagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu.”

      Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu juga mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seorang shufi yang berakal. Seorang yang telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya.”

      Beliau juga berkata, “Azas (dasar shufiyah) adalah malas.” (Lihat Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu hal. 13-15)

      ReplyDelete
    8. Sudah banyak yang mengulasnya, silahkan googling. Itu cuma salah memahami saja dan ada pula yang "mengubah" redaksi/matan tulisannya.

      ReplyDelete
    9. kalau kita berislam dengan hati maka kita akan menerima tasawuf untuk memperbaiki kualitas hati kita. tetapi kalau kita berislam dengan nafsu, berislam dengan logika pendek, berislam dengan akal pendek, maka kita akan menolak tasawuf.

      ReplyDelete
    10. mamo cemani gombongJanuary 12, 2011 at 1:43 AM

      artikel yang bagus bang Zon ....ijin copas...

      ReplyDelete
    11. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari ulama yang suka mengolok-olok, oleh karena itu, sy berusaha untuk menjadi seorang muslim yang baik dan masuk Islam secara kaffah. Jika ada orang yg mengatakan tasawuf adalah agama baru itu benar. Orang2 tasawuf yang lurus ia memegang konsep Islam secara utuh, yaitu beribadah dengan kepercayaan yang penuh, haqqul yakin kepada Allah dan berusaha berakhlak baik, baik kepada Allah dan sesama makhluk. Jd orang-orang Wahabi mengatakan tasawuf itu bid'ah, orang2nya kafir dan darahnya halal. Apakah Rasulullah saw mengajarkan demikian. Saya orang awaw.

      ReplyDelete
    12. jika antum bingung dengan banyaknya aliran baru gakk usah pusing pusing,,,, cukup dgn Istighfar dan sholawat insya allah kita selamat dan dapat syafa'at Rosulullah SAW....

      terima kasih

      ReplyDelete
    13. Allohu yubaarik...lanjutkan perjuangan syiar saudara...Alloh bersamamu...

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Tasawuf dalam Islam Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top