728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Monday, February 7, 2011

    Muslim bukanlah ekstrimis

    Muslim bukanlah Ekstrimis

    Saat ini orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik mempropagandakan bahwa umat Islam cenderung bersikap ekstrimis. Bagi mereka sikap ekstrimis pada seorang muslim dikarenakan kebencian terhadap suatu kaum seperti kepada kaum Yahudi.

    Padahal merekalah yang memang diciptakan oleh Allah ta’ala dengan rasa permusuhan terhadap kaum muslim.

    Firman Allah ta’ala yang artinya,
    orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).

    Seorang muslim sejati tidak akan pernah membenci orang-orang Yahudi maupun orang-orang Nasrani karena orang-orang Yahudi maupun orang-orang Nasrani keberadaan mereka pada hakikatnya adalah kehendak Allah Azza wa Jalla. Jika kita membenci mereka maka kita pada hakikatnya adalah membenci kehendak Allah Azza wa Jalla.

    "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS Al Maaidah [5]:8 ).

    Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan“. [QS An Nahl [16]:93 )

    Hal yang kami, umat muslim tidak setujui atau perangi adalah atas sikap/perbuatan mereka yang tidak baik bagi orang muslim seperti contoh sikap/perbuatan kaum Yahudi menjajah tanah Palestina. Selengkapnya silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/28/takut-dan-harap/

    Sangat disayangkan sebagian ulama muslim ada pula yang sependapat dengan mereka. Bahkan ulama-ulama di wilayah kerajaan dinasti keluarga Saudi bersama pemerintahan kerajaan bekerjasama dengan Amerika menyusun kembali atau mengkoreksi kurikulum pengajaran / pendidikan untuk menghindari yang menurut prasangka mereka adanya pemahaman dalam Islam yang menimbulkan rasa kebencian kepada suatu kaum atau agama yang lain.

    Kami sangat menyayangkan adanya ulama yang mengakui adanya agama lain selain agama Islam. Dalam Al-Qur’an tidak pernah diakui adanya agama Yahudi maupun agama Nasrani, yang ada adalah kaum Yahudi dan kaum Nasrani dan mereka tidaklah dikatakan beragama sejak sampai kepada mereka tentang kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam dan mereka mengenal Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa salam bagaikan mereka mengenal anak-anaknya sendiri.

    Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” ( QS Al Baqarah [2]:146 )

    ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan." (QS Al Baqarah [2]: 140)

    Pada hakikatnya yang disampaikan dari sejak Nabi Adam a.s sampai dengan Rasulullah adalah menyampaikan agama Islam atau ke-tauhidan-an. Selengkapnya silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/21/agama-hanya-islam/

    Dengan kerjasama menyusun kembali kurikulum pengajaran/pendidikan yang diupayakan penguasa kerajaan dinasti Saudi dengan persetujuan para ulama disana, membuktikan mereka telah tercemar paham SPILIS (sekulerisme, liberalisme dan pluralisme)

    Perhatikan video pertama yang dimulai pada menit ke 2:56
    http://www.youtube.com/watch?v=690j3fAWIZY
    kemudian lanjutkan video kedua dari awal.
    http://www.youtube.com/watch?v=48kUEx9iGk8

    Berikut transkript subtitle yang kami dapatkan dari melihat kedua video tersebut.


    ***** awal transkript subtitle *****
    Setelah bertahun-tahun melakukan pengawasan dan persiapan, salibis berhasil mengeset waktu untuk merubah kurikulum pelajaran di negeri dua tanah suci

    Perwakilan pemerintah Amerika:
    ”Selama bertahun-tahun kami bekerja sama dengan pemerintahan Saudi untuk urusan menghapus segala apa yang mengarah kepada fanatisme terhadap kelompok-kelompok agama lain di dalam kurikulum pelajaran di Arab Saudi dan di beberapa tempat lainnya”. ”Hasilnya, pemerintahan Saudi di bulan Juli 2006 telah menetapkan untuk keperluan mengkoreksi dan memperbaharui buku-buku pelajarannya, juga menghilangkan semua celah besar yang mengarah pada kebencian terhadap berbagai kelompok dan agama lain”
    ”Sedangkan pemerintah Saudi telah menyebutkan bahwa mereka akan menyelesaikan proyek ini, di awal tahun pelajaran 2008”

    Adapun langkah yang berbahaya adalah apa yang dilakukan Raja Abdulloh yang meminta untuk mendekatkan berbagai agama dan menyetujui suatu agama yang diridhoi oleh PBB dan dianut oleh seluruh bangsa.

    Raja Abdullah:
    ”Saya meminta kepada seluruh agama yang turun dari langit” (samawi)
    ”Untuk berkumpul dengan saudara-saudara mereka dalam satu iman dan ketaatan kepada seluruh agama, karena kita menghadap kepada satu Tuhan”
    ”Saya pernah berpikiran untuk mengunjungi Vatican, dan sayapun telah mengunjunginya”
    ”Sayapun bertemu dengan Paus dan saya berterima kasih padanya”
    ”Saya berterima kasih (karena) dia menemui saya”
    ”Saya tidak akan melupakan pertemuan seorang manusia dengan seorang manusia”
    ”dan ketika itu aku tawarkan ide ini kepadanya yaitu untuk menghadap kepada Tuhan ~ Yang Maha Perkasa lagi Mulia ~”
    ”Menghadap kepada Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Mulia, dalam apa yang Dia perintahkan dalam agama-agama yang turun dari langit dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an”
    ”Kita meminta kepada Tuhan Yang Maha Mulia lagi Perkasa agar memberi petunjuk pada kita semua”
    ”Semua agama-agama ini kepada satu kalimat yang diperintahkan oleh Tuhan ~Yang Maha Perkasa lagi Mulia ~ untuk dilaksanakan oleh manusia”
    ”Insyaallah dalam waktu sedekat mungkin, dan ketika kita berkumpul dan telah disetujui, Insyaallah, semuanya dalam kebaikan ~ semua agama”
    ”Saya akan pergi ke PBB, Saya juga yakin hingga orang yang beriman dengan Abrahamisme”
    ”Saya juga menginginkan mereka …. tapi ketiganya ini wajib bagi mereka Taurat, Injil dan Al-Qur’an dan selebihnya Insyaallah semuanya baik”
    ”Pada mereka ada kebaikan, karena kemanusiaan mereka juga bagus”
    ”karena moral mereka juga bagus dan karena negara mereka juga bagus dan karena semuanya adalah keluarga”

    Sungguh keluarga Saudi telah memulai ~dalam kemurtadan yang jelas ~ mepersiapkan sebuah agama baru , dan itu dilakukan dengan beberapa langkah. Yang pertama adalah konferensi Makkah yang terakhir yang mengumpulkan beberapa kelompok sesat dan menyimpang dari hukum Allah untuk menyetujui agama yang baru. Sebagaimana pada fase berikutnya ditawarkan kepada Yahudi, Nasrani dan Budha di konferensi Spanyol dengan munculnya sebuah agama yang disetujui oleh PBB dan agar bisa diterima oleh semuanya. Padahal cukuplah Allah bagi kita, dan (Dia lah) sebaik-baiknya Pelindung.
    ***** akhir transkript subtitle *****



    Apa yang telah diperbuat para penguasa kerajaan dinasti Saudi dan atas sepengetahuan ulama-ulama disana memperlihatkan mereka condong bersekutu dengan Amerika. Hal ini juga diperlihatkan mereka dengan menjadikan Amerika sebagai penasehat baik bidang keamanan dan juga bidang penngelolaan sumber daya alam. Beda dengan ulama-ulama di negeri kita masih tetap memperjuangkan agar para penguasa/pemimpin negeri jangan ”condong” ke Amerika seperti penolakan ekonomi neoliberalisme. Tugas ulama adalah menyampaikan kepada penguasa/pemimpin negeri dan umat secara umumnya sedangkan bagaimana perubahan yang terjadi pada para penguasa/pemimpin negeri merupakan kehendak Allah ta’ala.

    Begitu pula kita menyesalkan pemimpin-pemimpin negeri yang muslim mau menjadi "pemimpin boneka" Amerika seperti di Afghanistan, Palestina dan termasuk pemimpin seperti Husni Mubarak di Mesir yang saat ini sedang dalam kemelut besar. Begitupula kita menyesalkan Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman yang mempunyai "hubungan dekat" dengan Amerika.

    Mereka adalah para pemimpin yang mempunyai ”hubungan dekat” dengan Amerika. Mereka menjadi pemimpin yang ”memenuhi” kepentingan Amerika. Pada hakikatnya mereka berkawan dengan Amerika, yang sangat berperan didalamnya adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik.

    Padahal Allah ta’ala telah memperingatkan dengan firmanNya yang artinya
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (Ali Imran, 118)

    Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati“. (Ali Imran, 119)

    Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
    (Qs. Al Mujadilah : 22)

    Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah…” (Qs. Ali-Imran : 28)

    "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui". (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

    Selengkapnya mengenai kaum yang dimurkai Allah silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/10/27/orang-orang-beriman/

    Sedangkan orang-orang Nasrani adalah kaum yang berkeinginan untuk menjadi orang-orang beriman namun mereka telah dipengaruhi oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi yang "mengaku" pengikut Nabi Isa a.s, atas kehendak Allah Azza wa Jalla telah dapat mempengaruhi pemahaman orang-orang Nasrani. Konsep mereka adalah Allah itu di surga sedangkan Yesus Tuhan yang dekat dengan manusia.

    Bagaimanakah kita harus bersikap terhadap para pemimpin dan penguasa yang berteman dengan orang-orang yang memang telah diciptakan Allah Azza wa Jalla untuk dimurkai, marilah kita ikuti sabda Rasulullah berikut ini

    Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah melindungimu dari kepemimpinan orang-orang dungu.” Ka’ab bertanya, “Apakah kepemimpinan orang-orang dungu itu ?”. Beliau berkata, “Yaitu para penguasa yang ada setelahku, mereka tidak mengikuti tuntutanku, dan mereka tidak meneladani sunnahku. Siapa yang membenarkan mereka dengan kebohongannya dan membantu mereka di atas kezalimannya, maka mereka itu bukan bagian dariku dan aku bukan dari mereka, serta mereka tidak akan menemuiku di atas telagaku. Dan siapa yang tidak membenarkan mereka dengan kebohongannya dan tidak membantu mereka di atas kezalimannya, maka mereka itu bagian dariku dan aku bagian darinya serta akan menemuiku di atas telagaku.” (HR. Ahmad, haditsnya Shahih)


    Wassalamualaikum


    Zon di Jonggol, Kab Bogor, 16830
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    4 comments:

    1. smoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahnya kepada kita dan para pemimpin umat islam

      ReplyDelete
    2. Sesungguhnya umat membutuhkan Pemimpin...seorang imam yang akan memberikan ketemtraman dan mengabdi pada negara...
      Jelas itu takkan pernah terjadi selama tidak ada negara yang menerapkan Syariat Islam secara keseluruhan di dalam sebuah kontitusi dan UUD yang tertulis.
      Hanya Khilafah lah yang akan membawa umat kepada Syariat Islam secara keseluruhan,,,maka dari itu..
      mari kita sama2 berjuang untuk menegakan syariat Islam dalam bingkai Daulah Khilafah Rasyidah 'ala minhajinnubuwwah...
      salam kenal
      lol

      http://kasatrianstks.wordpress.com/

      ReplyDelete
    3. @....kasatrianstks


      Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

      أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

      بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ



      ………………Hanya Khilafah lah yang akan membawa umat kepada Syariat Islam secara keseluruhan,,....................................

      …………jadi kalau saya baca kalimat yang anda sajikan..menandakan …..ketidakmampuan atau keterbatasan kekuasaan Allah swt dalam mengurus Alam Semesta……………Nauzubbillah …..

      Coba Pak sebelum anda ngetik artikel di Blog punyanya orang lain ……ada baiknya Shalat Taubat dulu dan Shalat Istikharah …..minta petunjuk …jangan sampai disesatkan oleh Doktrin dari kaum Musyrik….

      Sepertinya Bapak ini dulu banyak dosa sama orang tuanya

      لا تجتمع هذه الأمة على ضلا

      “Umat ini tidak akan bersepakat diatas kesalahan.”

      (HR. Asy-Syafi’I dalam Ar-Risalah)

      Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      http://thesaltasin.wordpress.com/category/al-quran-teks-dan-terjemahan/

      ReplyDelete
    4. pemimpin yang bisa menyatukan kaum muslimin serta bisa menunjukan ke jalan Alloh hanyalah pemimpin yang mendapatkan restu dari langit (dikehendaki Alloh) untuk menjadi kholifatulloh muka di bumi,..dan bumi akan menjadi sejahtera dalam keberkahan dan keridhoaanNya melalui kepemimpinan beliau...sebuah negeri yang.Baldatun toyibatun warobbun ghofur.

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Muslim bukanlah ekstrimis Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top