728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Tuesday, April 19, 2011

    Hakikat Arsy

    Apakah hakikatnya Allah ta'ala menciptakan Arsy  ?

    Sebagian menjawab  dengan penjelasan seperti ini,

    ‘Arsy (Bahasa Arab عَرْش, ‘Arasy) adalah makhluk tertinggi,  berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul oleh para Malaikat. Pengertian ‘Arsy ini yang diyakini oleh para manhaj Salaf, berdasarkan Al Qur'an dan hadits  sesuai dengan ayat:

    (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas 'Arsy" (QS Thaha, [20]:5 )              ”
    Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/%27Arsy

    Dari keterangan itu, apakah dapat disimpulkan bahwa Allah Azza wa Jalla bersemayam (bertempat/berada)  di atas singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul oleh para malaikat ?

    Hakikat Arsy (Singgasana) diciptakan bukanlah sebagai tempat bagi Allah Azza wa Jalla karena Dia wujud (ada)  sebagaimana sebelum diciptakan Arsy, tidak berubah dan tidak pula berpindah.

    Imam Sayyidina Ali kw mengatakan yang maknanya: “Sesungguhnya yang menciptakan ayna (tempat) tidak boleh dikatakan bagi-Nya di mana (pertanyaan tentang tempat), dan yang menciptakan kayfa (sifat-sifat makhluk) tidak boleh dikatakan bagi-Nya bagaimana“ (diriwayatkan oleh Abu al Muzhaffar al Asfarayini dalam kitabnya at-Tabshir fi ad-Din, hal. 98)

    Imam Sayyidina Ali kw mengatakan “Sesungguhnya Allah menciptakan ‘Arsy (makhluk Allah yang paling besar) untuk menampakkan kekuasaan-Nya bukan untuk menjadikannya tempat bagi DzatNya” (diriwayatkan oleh Abu manshur al baghdadi dalam kitab alfarq baynal firoq hal 333)

    Pada hakikatnya Arsy diciptakan adalah agar manusia tidak menjadikan selain Allah Azza wa Jalla sebagai "Raja Manusia"

    "Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia", 
    "Raja Manusia",
    "Sembahan manusia".  (QS An Naas [114]: 1-3 ).

    Sebagai peta "perjalanan" diuraikan sebagai berikut

    Shirathal mustaqim, jalan yang lurus, diperlambangkan dengan Alif, lurus naik ke atas. Bagian paling dasar, Kehinaan, Naar (Api), 7 lapis bumi terus naik 7 lapis langit, Nuur (Cahaya), Kemuliaan.

    "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis" (QS Al Mulk [67]:3 )

    "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi." (QS Ath Thalaq [65]: 12 )

    "sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya" (QS At Tin [95]: 4-6 )

    Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu” (Al-Hujuraat [49]: 13 )

    "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." ( QS An Nuur [24]:35  )

    Wassalam

    Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    4 comments:

    1. mamo cemani gombongApril 19, 2011 at 11:45 PM

      pencerahan dan ilmu yang bermanfaat bang ..........

      ReplyDelete
    2. >>> http://kebenaranhanya1.wordpress.com/2011/05/25/dimana-allah/

      ReplyDelete
    3. Walaikumsalam.
      Satu lagi yang memahami Al-Qur'an dan Hadits dengan metodologi "terjemahkan saja"
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/02/terjemahkan-saja/

      Hati-hati mas @ai dengan metodologi "terjemahkan saja" bisa menjadi pengikut radikalisme
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/05/21/atasi-bahaya-radikalisme/

      ReplyDelete
    4. kata-kata 'kebenaran hanya satu' cukup mengiriskan. kalaulah maksudnya adalah bahwa kebenaran itu adalah Islam, dan merujuk kepada pedoman Al Quran dan Sunnah, maka syah-syah saja 'kebenaran hanya satu'. Tetapi kalau kebenaran itu adalah tafsirnya, mazhabnya dan pemahamannya saja, maka kita berlindung kepada Allah daripada fanatik buta dan kebodohan.

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Hakikat Arsy Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top