728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Monday, August 1, 2011

    Berbicara bahasa Arab

    Mereka berbicara dengan bahasa kita (bahasa Arab)

    Syaikh Ahmad Khatib dengan tegas menulis Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Wahhabiyah yang diikuti oleh anak murid beliau [Syaikh Abdul Karim Amrullah] adalah sesat karena telah keluar daripada pemahaman Ahlussunnah wal Jama'ah dan menyalahi pemahaman/pegangan Mazhab yang empat. Antara lain tulisannya adalah ‘al-Khiththah al-Mardhiyah fi Raddi fi Syubhati man qala Bid’ah at-Talaffuzh bian-Niyah’, ‘Nur al-Syam’at fi Ahkam al-Jum’ah’

    Kita ikuti saja Sunnah Rasulullah untuk mengikuti as-sawaad al-a’zhom (jama’ah kaum muslimin yang terbanyak).

    Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

    Jika kita hidup dan tinggal di sebuah negara atau wilayah pengikut mazhab Imam Syafi'i maka kita sebaiknya mengikutinya agar kita mudah untuk saling mengingatkan karena sama dalam landasan pemahaman terhadap Al Qur'an dan Hadits dalam urusan perkara syariat.

    Jika kita datang ke sebuah negara yang bermazhab lain maka kita sesuaikan saja yang penting pilihannya diantara empat Imam Mazhab karena merekalah yang berkompetensi sebagai Imam Mujtahid Mutlak dan bersanad ilmu tersambung kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

    Jika kita datang ke wilayah kerajaan dinasti Saudi yang umumnya Wahhabiyah , pada dasarnya mereka bermazhab Imam Hambali maka yang diikuti adalah mazhab Imam Hambali tinggalkanlah pendapat mereka yang menyelisihi Imam Hambali. Hal ini telah kami uraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/07/28/semula-bermazhab-hambali/
    Contoh implementasinya adalah ketika kita sholat berjamaah. Kita tidak boleh menolak seorang imam sholat yang mengimplementasikan tata-cara sholat sesuai dengan pendapat salah satu Imam Mazhab yang empat. Kita tidak boleh melepaskan ikatan dalam sholat kecuali mereka menyelisihi pendapat dari Imam Mazhab yang empat.

    Hadits yang diriwayatkan oleh Umamah al Bahiliy dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,”Ikatan-ikatan islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad).

    Namun kalau kita tidak menemukan jama'ah yang tidak lagi belandaskan pendapat dari salah satu Imam Mazhab yang empat (mereka yang bersanad Ilmu dan berkompetensi sebagai Imam Mujtahid Mutlak) maka sebaiknya kita meninggalkan wilayah tersebut.



    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir telah menceritakan kepadaku Busr bin Ubaidullah Al Khadrami, ia mendengar Abu Idris alkhaulani, ia mendengar Khudzaifah Ibnul yaman mengatakan; Orang-orang bertanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tentang kebaikan sedang aku bertanya beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan aku terkena keburukan itu sendiri.
    Maka aku bertanya 'Hai Rasulullah, dahulu kami dalam kejahiliyahan dan keburukan, lantas Allah membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini ada keburukan lagi?
    Nabi menjawab 'Tentu'.
    Saya bertanya 'Apakah sesudah keburukan itu ada kebaikan lagi?
    'Tentu' Jawab beliau, dan ketika itu ada kotoran, kekurangan dan perselisihan.
    Saya bertanya 'Apa yang anda maksud kotoran, kekurangan dan perselisihan itu?
    Nabi menjawab 'Yaitu sebuah kaum yang menanamkan pedoman bukan dengan pedomanku, engkau kenal mereka namun pada saat yang sama engkau juga mengingkarinya.
    Saya bertanya 'Adakah steelah kebaikan itu ada keburukan?
    Nabi menjawab 'O iya,,,,, ketika itu ada penyeru-penyeru menuju pintu jahannam, siapa yang memenuhi seruan mereka, mereka akan menghempaskan orang itu ke pintu-pintu itu.
    Aku bertanya 'Ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang ciri-ciri mereka!
    Nabi menjawab; Mereka adalah seperti kulit kita ini, juga berbicara dengan bahasa kita.
    Saya bertanya 'Lantas apa yang anda perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu?
    Nabi menjawab; Hendaklah kamu selalu bersama jamaah muslimin dan imam mereka!
    Aku bertanya; kalau tidak ada jamaah muslimin dan imam bagaimana?
    Nabi menjawab; hendaklah kau jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok / sekte) itu, sekalipun kau gigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu kamu harus tetap seperti itu.
    Sumber:  http://www.indoquran.com/index.php?surano=72&ayatno=32&action=display&option=com_bukhari




    Kita harus mewaspadai ghazwul fikri yang dilancarkan oleh kaum non muslim khususnya Zionis Yahudi

    Salah satunya berangkat dari protokol zionis ketujuhbelas yang isinya
    "…Kita telah lama menjaga dengan hati-hati upaya mendiskreditkan para rohaniawan non-Yahudi dalam rangka menghancurkan misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita. Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari. Kebebasan hati nurani yang bebas dari faham agama telah dikumandangkan diaman-mana. Tinggal masalah waktu maka agama-agama itu akan bertumbangan.."

    Dalam hal ini yang dimaksud dengan rohaniawan non-Yahudi adalah para ulama muslim yang sholeh.

    Zionis Yahudi menyerukan agar dibebaskan pemahaman terhadap Al Qur'an dan Hadits tanpa mempedulikan kompetensi sebagai mujtahid sehingga timbullah perselisihan pemahaman.

    Pendiskreditan atau pencitraan buruk terhadap
    1. Imam Mazhab tidak maksum oleh karenanya jangan bermazhab.
    2. Ulama khalaf (ulama kemudian / ulama masa kini) tidak akan mencapai apa yang telah dicapai ulama salaf (ulama terdahulu) khususnya para Salafush Sholeh.
    3. Dalam dakwah atau menegakkan kebenaran harus berlaku keras terhadap muslim atau ulama. Da'wah dengan jarh wa ta'dil sedangkan terhadap penguasa (umaro) tidak boleh ditegur keras kecuali "menarik tangan mereka" atau "bicara empat mata"

    Ini hanyalah beberapa poin kesalahpahaman yang disebarluaskan atau yang telah diindoktrinisasi pada sebagaian saudara-saudara muslim kita sehingga mereka tidak mendahulukan sikap saling mencintai bagi sesama muslim.

    Sehingga sikap sebagian saudara-saudara muslim tersebut tidak disadari bertentangan dengan firman Allah Azza wa Jalla yang artinya,
    Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Maa’iadah [5]:54 )

    Marilah kita bersikap lemah lembut kepada sesama muslim.

    Jika mereka keliru atau sesat ada tiga kemungkinan yakni,
    1. Belum tahu (belum sampai hujjah kepada mereka).
    2. Belum paham
    3. Salah paham

    Untuk itulah kita perlu mengupayakan penjernihan (tashfiyah), pembersihan (tanqiyah), saling mengingatkan, mengoreksi, dan dengar pendapat (murooja’ah), berusaha saling memahami (mufaahamah), dan mengadakan dialog (muhaawaroh) dengan memegang satu prinsip,

    Sesungguhnya setiap jalan pemikiran ilmiah dalam agama, cabang–cabang, dan rinciannya yang masuk dalam medan ijtihad harus mau dikoreksi untuk perbaikan, pergantian, dan perubahan. Pemiliknya tidak boleh meyakini cabang dan rincian tersebut sebagai suatu masalah pasti yang wajib diterima dan dihormati seperti dua dasar pokok, yaitu al Qur’an dan al Hadits.

    Sebaiknya kita berdakwah bil hikmah dengan memahami hakikat perintah dan laranganNya kemudian menyampaikan dengan cara yang arif bijaksana sehingga objek dakwah dapat memahami, menerima dan mengikuti atas kesadarannya sendiri. Sehingga mereka beribadah bukan karena kita (kita perintah) atau bukan karena terpaksa (kita paksa) namun karena Allah ta’ala semata. Hal ini telah kami uraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/04/24/jarh-wa-tadil/

    Wassalam


    Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 comments:

    1. Blog Pengkritik Wahhabi Diblokir WordPress
      Posted on 3 Agustus, 2011 by artikelislami

      Ummati Press dengan alamat ummatiummati.wordpress.com yang artikelnya banyak mengkritik Wahhabi tengah diblok pengelola WordPress. Ketika dicoba dibuka, maka inilah teks yang muncul:

      ummatiummati.wordpress.com is no longer available.
      This blog has been archived or suspended for a violation of our Terms of Service.
      For questions or concerns, contact WordPress.com
      Support.

      Entah karena ada kesalahan teknis, atau memang ada pihak tertentu yang tidak senang, kemudian melaporkan Ummati Press kepada pengelola Word Press. Kita tunggu saja kabar dari admin Ummati Press.

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Berbicara bahasa Arab Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top