728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Thursday, August 4, 2011

    Manusia yang mulia

    Dalam sebuah diskusi menanggapi tulisan kami sebelumnya pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/08/03/makhluk-paling-mulia/ kami mendapatkan ada diantara mereka berkeyakinan bahwa Nabi Yusuf a.s adalah manusia yang paling mulia  dibandingkan Nabi Ibrahim a.s maupun Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

    Mereka berkeyakinan seperti itu selama ini dikarenakan menterjemahkan beberapa riwayat sebagai berikut.

    Imam al Bukhari rahimahullah membawakan dua buah hadits dalam Kitab Shahih-nya berkenaan dengan masalah ini,

    Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang mulia, putra orang mulia, putra orang mulia, putra orang mulia, Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Khalilullah

    Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (hadits no. 3490), dia berkata,
    “Dikatakan, Wahai Rasulullah siapakah manusia yang paling mulia ?’, beliau menjawab, ‘Yang paling bertakwa diantara mereka’. Mereka berkata, ‘Bukan tentang ini yang kami tanyakan kepadamu '. Beliau bersabda, ‘Yusuf Nabi Allah '

    Kita dalam dalam memahami perkataan Rasulullah tidak baik hanya berdasarkan terjemahan namun kita harus memperhatikan saat ketika Rasulullah mengatakannya (riwayat turunnya)

    Imam Ibnu Hajar al Asqalani rahimahullah berkata tentang hadits di atas (hadits no. 3490),
    Imam al Bukhari menyebutkan hadits ini secara ringkas, dan selengkapnya telah dikutip pada kisah Nabi Yusuf ‘alaihis sallam. Maksud penyebutannya di tempat ini cukup jelas. Hanya saja Yusuf ‘alaihis sallam dikatakan manusia paling mulia, karena dirinya adalah Nabi keempat dari satu garis keturunan secara beruntun, dimana hal seperti ini tidak didapati pada selain beliau ‘alaihis sallam” (Fathul Baari Jilid 18, hal. 13).

    Dari keterangan di atas dapat kita pahami bahwa Nabi Yusuf a.s adalah manusia yang paling mulia diantara mereka (putera-puteri Nabi Yaqub a.s). Nabi Yusuf a.s adalah putera ke tujuh daripada dua belas putera-peteri Nabi Yaqub a.s

    Firman Allah ta'ala yang artinya,
    "(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku*, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (QS Yusuf [12]:4)
    *) Bapak Yusuf a.s. ialah Ya'qub a.s putera Ishak a.s putera Ibrahim a.s.

    "Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS Yusuf [12]:5 )

    "Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya ni'mat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni'mat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Yusuf [12]:6 )

    Jelaslah perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  dalam hadits riwayat Imam Bukhari no. 3490, bahwa manusia yang paling mulia adalah "Yusuf Nabi Allah" merupakan manusia yang paling mulia diantara putera-puteri Nabi Yaqub a.s. karena Allah Azza wa Jalla memilih Yusuf a.s untuk menjadi Nabi Allah.

    Manusia yang mulia adalah manusia yang di sisi Allah Azza wa Jalla terdiri dari 4 golongan manusia yakni para Nabi, para Shiddiqin, para Syuhada dan orang-orang sholeh.

    Sedangkan manusia yang paling mulia adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Beliau paling mulia di antara para Nabi dan paling mulia di antara seluruh manusia.

    Ketika mereka (para Sahabat) sedang menyebutkan keistimewaan para Nabi yang terdahulu, datang kepada mereka Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, ketika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam datang pada mereka dan mengucapkan salam kepada mereka, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada mereka, ‘Wahai para shohabatku, kalian berkumpul pada saat ini menyebutkan tentang keistimewaan para Nabi utusan-utusan Alloh Subhanahu wa ta'ala, kalian mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah Khalilulloh dan memang demikian Nabi Ibrahim adalah Khalilulloh. Dan, kalian menyebutkan bahwa Nabi Musa adalah Kalimullah (orang yang berbicara langsung dengan Alloh, yang bermunajat langsung dengan Alloh) dan memang demikian adanya Nabi Musa sebagai Kalimullah.
    Dan demikian pula dengan Nabi Isa, dengan Nabi Adam As adalah orang yang mulia di sisi Alloh Subhanahu wa ta'ala.
    Kemudian Nabi mengatakan kepada mereka,
    Dan ketahuilah wahai para sahabatku bahwa aku adalah kekasih Allah Subhanahu wa ta'ala, aku adalah habibullah, aku adalah kekasih Allah Subhanahu wa ta'ala, dan aku orang pertama yang memberikan syafa’at di hari kiamat nanti, dan aku adalah orang yg mulia dari kalangan makhluq yang diciptakan Allah Subahanahu wa ta'ala (aku yang mulia diantara mereka), dan aku adalah orang yang pertama yang mengetuk pintu surga sehingga aku adalah Nabi pertama yang akan memasuki Surga dan bersamaku orang-orang fuqoro’ dari orang-orang mukminin (orang-orang yg beriman kepada Alloh Subhanahu wa ta'ala.

    Riwayat yang semakna dengan sebelumnya

    Ibnu Abbas RA menuturkan, sebagaimana dicatat Ad-Darami dan At-Tirmidzi dalam kumpulan hadist mereka, ada seorang sahabat berkata, “Sungguh menakjubkan! Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kawan dekat-Nya.
    Yang lain menyahut, “Lebih hebat lagi Allah telah bercakap-cakap secara langsung dengan Musa!”
    Sebagian lagi mengutarakan, “Isa sebagai kalimat Allah dan Ruh-Nya.”
    Ada lagi yang mengatakan. “Allah telah memilih Adam.
    Pernyataan-pernyataan para sahabat itu telah menimbulkan perbedaan pendapat. Dan mereka belum menemukan kata akhir, siapakah yang lebih dari yang lain. Sementara dalam ayat disebutkan, “Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi itu atas sebagian yang lain.” – QS Al-Isra’ (17):55.
    Tanpa disadari para sahabat, ternyata yang dinanti, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, sudah berdiri dibelakang mereka. Dan beliaupun sudah mendengar apa yang mereka bicarakan.
    Dengan wajah mengepresikan tanya, para sahabat menunggu Nabi bersabda.
    Aku telah mendengar apa yang kalian percakapkan dan memaklumi keheranan kalian terhadap keberadaan Ibrahim sebagai kawan dekat Allah, memang begitulah adanya. Terhadap keberadaan Musa sebagai orang yang diajak bercakap-cakap langsung, memang begitulah adanya. Terhadap keberadaan Isa sebagai kalimat dan Ruh-Nya, juga memeng begitulah adanya. Sedang aku adalah kekasih Allah ( Habib Allah ), dan ini bukan kesombongan.
    Beberapa sahabat yang mendengar keterangan, sedikit plong hatinya. Berarti mereka sudah menemukan jawaban atas apa yang mereka perdebatkan.
    Nabi Shallallahu alaihi wasallam melanjutkan, “Aku menjadi pembawa bendera kemulian pada hari kebangkitan, Aku adalah pembela pertama dan orang pertama yang dikabulkan syafa’atnya, dan ini bukan sebuah kesombongan. Aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu surga, dan Allah akan membuka pertama kalinya untukku dan mempersilahkan aku memasukinya dengan orang-orang miskin diantara kalian. Aku adalah orang yang paling dimuliakan idi zaman awal dan di zaman akhir, dan sungguh ini bukan sebuah kesombongan.

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra secara marfu`, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :, “ Aku adalah orang yang pertma kali dibangkitkan dari bumi, kemudian dipakaikan dari pakaian-pakaian surga. Selanjutnya aku berdiri di sisi kanan Arasy, dan tidak ada satu pun makhluk yang berdiri di tempat tersebut selain aku.

    At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra secara marfu`, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : , “ Aku adalah kekasih Allah, dan (perkataan ini) bukanlah sombong. Aku adalah pembawa bendera pujian pada hari kiamat, dibawahnya ada Nabi Adam serta orang-orang yang di bawahnya, dan (pekataan ini) bukanlah sombong. Aku adalah orang yang pertama kali memberi syafaat dan syafaatnya diterima pada hari kiamt dan (perkataan ini) bukanlah sombong. Aku adalah orang paling mulia di antara umat-umat pertama dan umat-umat terakhir dan (perkataan ini) bukanlah sombong.

    Ad-Darimi meriwayatkan dari Anas secra marfu`, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “ Aku adalah manusia pertama yang keluar tatkala orang-orang dibangkitkan dari kubur. Aku adalah pemimpin mereka ketika mereka bergerombol. Aku adalah khatib mereka ketika mereka mendengarkan. Aku adalah pemberi syafaat mereka tatkala dihisab. Aku adalah pemberi kabar gembira bagi mereka ketika mereka sedang putus asa. Kemuliaan dan kunci-kunci berada di tanganku pada hari tersebut. Sedangkan bendera pujian pada hari itu berada di tanganku."

    Imam Muslim meriwayatkan bahwasanya Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam,
    Bagimu atas setiap ucapan satu huruf, dua huruf, tujuh huruf atas permintaan yang mereka pinta kepada-Ku. Kemudian Rasulullah berdoa “ Ya Allah ampunilah dosa umatku. Ya Allah, ampunila dosa umatku.” Aku (Rasulullah) menyisakan yang ketiga unutk hari dimana para makhluk takut kepadaku hingga Ibrahim Alaihissalam".

    Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Al-Kabir dari Umar ra secara maarfu`, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya surga terhalang bagi para nabi semua hingga aku masuk kesana. Dan. Surga diharamkan bagi umat-umat sehingga umatku kesana".

    Imam Muslim meriwayatkan , Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Aku datang ke pintu surga membukanya, lalu penjaga (pintu tersebut) bertanya , ‘Siapa kamu?’ Aku menjawab, ‘Muhammad’. Kemudian penjaga pintu itu berkata, ‘Untukmu aku disuruh untuk membukakan dan untuk tidak membukakan pada orang lain sebelum engkau, dan aku tidak akan berdiri (menyambut) seorang pun setelah engkau.”

    Wassalam


    Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 comments:

    1. semestinya, memuliakan, menyanjung2 Rasulullah, harus diikuti dengan benar2 menjadikan beliau sebagai uswah.

      -------------------------------------------------------------------------------------------------

      'Āmana Ar-Rasūlu Bimā 'Unzila 'Ilayhi Min Rabbihi Wa Al-Mu'uminūna Kullun 'Āmana Billāhi Wa Malā'ikatihi Wa Kutubihi Wa Rusulihi Lā Nufarriqu Bayna 'Aĥadin Min Rusulihi Wa Qālū Sami`nā Wa 'Aţa`nā Ghufrānaka Rabbanā Wa 'Ilayka Al-Maşīru

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Manusia yang mulia Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top