728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Wednesday, November 9, 2011

    Mengapa mereka berselisih

    Mengapa mereka berselisih

    Berdasarkan kajian dan analisa kami yang tertuang seluruhnya dalam tulisan-tulisan pada blog http://mutiarazuhud.wordpress.com kesimpulan kami, mengapa mereka berselisih adalah karena mereka tidak mau mengikuti pemimpin ijtihad kaum muslim (Imam Mujtahid Mutlak) alias Imam Mazhab.

    Mereka berselisih adalah akibat terkena ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilakukan oleh orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap kaum muslim.

    Firman Allah ta’ala yang artinya, "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”  (QS Al Maa’idah [5]:82)

    Kaum Yahudi pada masa kini adalah kaum Zionis Yahudi atau juga dikenal dengan lucifier, freemason atau iluminati adalah mereka yang mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman. Kaum Zionis Yahudi berupaya keras agar umat muslim dapat mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin dunia.

    Telah dijelaskan tentang adanya kaum Zionis Yahudi dalam firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah) dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (QS Al Baqarah [2]: 101-102 )

    Dalam tulisan kami pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/10/26/bukti-korban/ dan http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/10/24/korban-perang-pemahaman/ telah kami uraikan hasil analisa kami bahwa empat gerakan yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi

    1. Paham anti mazhab, umat muslim diarahkan untuk tidak lagi mentaati pimpinan ijtihad atau imam mujtahid alias Imam Mazhab
    2. Pemahaman secara ilmiah, umat muslim diarahkan untuk memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan akal pikiran masing-masing dengan metodologi “terjemahkan saja”  hanya memandang dari sudut bahasa (lughat) dan istilah (terminologis) namun kurang memperhatikan  nahwu, shorof, balaghoh, makna majaz, dll
    3. Paham anti tasawuf untuk merusak akhlak kaum muslim karena tasawuf adalah tentang Ihsan atau jalan menuju muslim yang Ihsan
    4. Paham Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme (SEPILIS) disusupkan kepada umat muslim yang mengikuti pendidikan di “barat” .

    Protokol Zionis yang ketujuhbelas
    …Kita telah lama menjaga dengan hati-hati upaya mendiskreditkan para rohaniawan non-Yahudi (contohnya para Imam Mazhab yang empat) dalam rangka menghancurkan misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita. Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari. Kebebasan hati nurani yang bebas dari paham agama  telah dikumandangkan diman-mana. Tinggal masalah waktu maka agama-agama itu akan bertumbangan..

    Salah satunya adalah perwira Yahudi Inggris bernama Edward Terrence Lawrence yang dikenal oleh ulama jazirah Arab sebagai Laurens Of Arabian. Laurens menyelidiki dimana letak kekuatan umat Islam dan berkesimpulan bahwa kekuatan umat Islam terletak kepada ketaatan dengan mazhab (bermazhab) dan istiqomah mengikuti tharikat-tharikat tasawuf. Laurens mengupah ulama-ulama yang anti tharikat dan anti mazhab untuk menulis sebuah buku yang menyerang tharikat dan mazhab. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibiayai oleh pihak orientalis.

    Dalam rangka  ghazwul fikri (perang pemahaman) terhadap kaum muslim, kaum Zionis Yahudi mengangkat kembali pemahaman ulama Ibnu Taimiyyah yang sudah lama terkubur.

    Ulama-ulama terdahulu sebenarnya telah mengingatkan kita untuk meninggalkan pemahaman Ibnu Taimiyyah maupun Ibnu Qoyyim Al Jauziah dan pemahaman orang seperti mereka berdua. Peringatan ini termuat dalam tulisan salah satunya pada http://ashhabur-royi.blogspot.com/2011/02/upaya-menetralkan-suntikan-racun.html

    Begitu pula ulama-ulama kita terdahulu seperti Syaikh Ahmad Khatib Minangkabawi, ulama besar Indonesia yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi’i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Beliau menyampaikan bahwa pemahaman Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya telah menyelisihi pemahaman para Imam Mazhab atau menyelisihi pemahaman jumhur ulama atau menyelisihi pemahaman as-sawaad al-a’zhom.  Secara tidak langsung mereka menyelisihi atau mengingkari Sunnah Rasulullah bahwa jka kita berbeda pendapat / pemahaman maka kita wajib mengikuti as-sawaad al-a’zhom (pendapat jumhur ulama).

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyampaikan, “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-sawad al a’zham (jumhur ulama).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

    Syaikh Ahmad Khatib Minangkabawi dengan tegas menulis bahwa Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Wahhabiyah yang diikuti oleh anak murid beliau [Syaikh Abdul Karim Amrullah] adalah sesat  karena keluar daripada pemahaman Ahlussunnah wal  Jamaah dan menyalahi pegangan mazhab yang empat.  Beliau menuliskan pada ‘al-Khiththah al-Mardhiyah fi Raddi fi Syubhati man qala Bid’ah at-Talaffuzh bian-Niyah’, ‘Nur al-Syam’at fi Ahkam al-Jum’ah’ dan lain-lain.

    Di antara nasihatnya: “Maka betapakah akan batal dengan fikiran orang muqallid yang semata-mata dengan faham yang salah dengan taqlid kepada Ibnu al-Qayyim yang tiada terpakai qaulnya (pendapatnya) pada kaum bermazhab Syafie.  Maka wajiblah atas orang yang hendak selamat pada agamanya bahwa dia berpegang dengan segala hukum yang telah tetap pada mazhab kita. Dan janganlah ia membenarkan akan yang menyalahi demikian itu daripada fatwa yang palsu.”

    Pemahaman ulama Ibnu Taimiyyah diikuti oleh dua jalur utama.

    Jalur pertama adalah jalur ulama Muhammad bin Abdul Wahhab yang dikenal dengan Salafi Wahabi yang anti berkelompok (Hizb)

    Jalur kedua adalah jalur ulama Jamaludin Al-Afghany bersama muridnya ulama Muhammad Abduh dan dilanjutkan oleh ulama seperti ulama Rasjid Ridha, mereka terpecah dalam beberapa kelompok antara lain, Salafi Jihadi, Salafi Haraki, Salafi Sururi dll . Mereka tidak anti berkelompok (Hizb). Salah satu kelompok yang terkenal dari jalur ini adalah Ikhwanul Muslimin

    Jadi yang berselisih adalah diantara jalur pertama dengan jalur kedua dari pengikut Ibnu Taimiyyah

    Contohnya lihatlah fatwa ketua Lajnah Daimah, Ulama Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Salafi Wahabi) tentang Ikhwanul Muslimin http://nasihatonline.wordpress.com/2010/09/24/fatwa-fatwa-ulama-ahlus-sunnah-tentang-kelompok-kelompok-islam-kontemporer/

    Kita dapat pula mengambil pelajaran dari perselisihan antara Ustadz Askari (Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal) dengan Ustadz Firanda
    http://www.salafybpp.com/categoryblog/97-dusta-firanda-ditengah-badai-fitnah-yang-sedang-melanda-bag1.html
    http://firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/144-tanggapan-terhadap-tulisan-seorang-ustadz-hafizohullah-

    Kita dapat pula mengambil pelajaran dari perselisihan antara Ust Ja’far Umar Thalib dengan ust Abu Bakar Baasyir
    http://www.youtube.com/watch?v=m3h1jEQFNhI
    http://www.youtube.com/watch?v=CNrEijcGSK

    Ust Ja’far Umar Thalib, ulama yang berupaya kembali (ruju) ke Salafi Wahhabi setelah menjalani Salafi Haraki atau Salafi Jihadi dengan laskar jihad.
    Upaya ruju beliau http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/08/21/walhamdulillah-pernyataan-resmi-tentang-ruju-nya-ust-jafar-umar-thalib-hafizhohullah/
    Tanggapan ulama Salafi Wahabi terhadap rujunya beliau http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1706
    Ust Abu Bakar Baasyir adalah Salafi Haraki atau Salafi Jihadi

    Begitupula kita dapat mengambil pelajaran dengan permasalahan di Somalia.
    Sebagaimana diketahui, setelah Syarif diangkat menjadi pemimpin Somalia pada Januari 2009 lalu, faksi pejuang Somalia terbagi menjadi dua, antara pendukung dan penentang.
    Sebagian kelompok Mahakim Al Islami, yang dipimpin oleh Syeikh Abdul Qadir Ali Umar, Harakah Al Ishlah (Ikhwan Al Muslimun), Harakah Tajammu’ Al Islami dan Jama’ah Ahlu Sunnah wa al Jama’ah adalah 4 faksi menyatakan dukungan kepada Syarif.
    Sedangkan Harakah As Syabab Al Mujahidin serta Al Mahakim Al Islami wilayah Asmarah, Al Jabhah Al Islamiyah serta Mu’askar Anuli, yang bergabung dalam Hizb Al Islami.
    Syeikh Syarif sebagai kepala pemerintahan transisi menegaskan, “Islam adalah dasar dalam setiap gerak pemerintah Somalia.” Akan tetapi Syeikh Syarif menolak pemikiran Syabab Mujahidin yang menurutnya masih jauh dari konsep Islam ideal.

    Tampaknya permasalahan di Somalia selain menghadapi campur tangan pihak asing juga permasalah internal dalam Somalia yakni perbedaan pemahaman terhadap syariat Islam. Selengkapnya telah diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/08/29/belajar-dari-somalia/

    Kami dari mayoritas kaum muslim bermazhab hanya dapat berupaya mengingatkan mereka untuk kembali menggigit As Sunnah dan sunnah Khulafaur Rasyidin berdasarkan pemahaman pemimpin ijtihad kaum muslim (Imam Mujtahid Mutlak) alias  Imam Mazhab dan penjelasan dari para pengikut Imam Mazhab sambil merujuk darimana mereka mengambil yaitu Al Quran dan as Sunnah.

    Mereka berselisih karena mereka memahami Al Qur'an dan As Sunnah berdasarkan akal pikiran mereka sendiri atau mengikuti pemahaman ulama yang tidak berkompetensi sebagai Imam Mujtahdi sehingga mereka mendapatkan pertentangan dalam pemahaman mereka.

    Firman Allah Azza wa Jalla,

    أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيراً

    Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS An Nisaa 4 : 82)

    Firman Allah ta’ala  dalam (QS An Nisaa 4 : 82) menjelaskan bahwa dijamin tidak ada pertentangan di dalam Al Qur’an. Jikalau manusia mendapatkan adanya pertentangan di dalam Al Qur’an maka pastilah yang salah adalah pemahaman mereka.

    Dengan arti kata lain segala pendapat atau pemahaman yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits tanpa bercampur dengan akal pikiran sendiri atau hawa nafsu maka pastilah tidak ada pertentangan di dalam pendapat atau pemahaman mereka.

    Kami hanya dapat menyampaikan saja, semua terpulang pada kemauan dan kesadaran mereka sendiri untuk menegakkan Ukhuwah Islamiyah.

     

    Wassalam

     

    Zon di Jonggol,  Kab Bogor 16830
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 comments:

    1. ijin share''
      assalamu'alaykum

      ReplyDelete
    2. Walaikumsalam,
      Mas Taufan, silahkan di-share

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Mengapa mereka berselisih Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top