728x90 AdSpace

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Wednesday, July 10, 2013

    Memerangi mereka bukan dengan senjata

    Memerangi mereka bukan dengan senjata

    Ajaran Wahabi atau ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab disebarluaskan oleh kerajaan dinasti Saudi yang pada kenyataannya sekutu dari Zionis Yahudi Amerika sedangkan Zionis Yahudi Amerika adalah pendukung Zionis Yahudi Isrel

    Kami berupaya menyampaikan apa yang telah disampaikan oleh para ulama yang sholeh yang mengikuti Imam Mazhab yang empat untuk menangkal ajaran Wahabi namun bagi para pengikut ajaran Wahabi dianggap menyebarluaskan kebencian, mencela, memfitnah para ulama panutan mereka.

    Kami sudah sampaikan bahwa kami insyallah tidak akan marah ataupun membenci siapapun yang Allah Azza wa Jalla hadapkan kepada kami karena semua yang dihadapkan kepada kami pada hakikatnya adalah kehendakNya.

    Jadi tentu kami tidak boleh marah atau benci atas apa yang dikehendakiNya

    Pesan guru kami, ketika habluminallah atau ketika berhubungan dengan Allah ta’ala, ingatlah selalu bahwa kita hanyalah ciptaanNya. selain Allah ta’ala adalah tiada. Selain Allah ta’ala adalah tiada apa apanya. Selain Allah ta’ala adalah bergantung padaNya.

    Sedangkan ketika habluminannas, berhubungan dengan manusia ingatlah selalu Allah ta’ala sehingga kita menghadapi manusia dengan sikap dan perbuatan yang dicintaiNya pula.

    Habib Munzir, salah satu contoh ulama dari kalangan ahlul bait, keturunan cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   dalam tulisannya pada http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=8&id=24504  menyampaikan

    ***** awal kutipan ***** Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sudah memperingatkan bahwa kelak akan muncul mereka yang membaca al Qur’an dengan baik namun hanya sampai tenggorokan saja, (hatinya tidak tersentuh kemuliaan dan kesucian Al Qur’an) mereka semakin jauh dari agama Islam seperti cepatnya menjauhnya anak panah dari busurnya, mereka sibuk memerangi orang Islam dan membiarkan penyembah berhala (mereka membuat jutaan buku untuk memerangi akidah orang islam, dan tidak membuat itu untuk membenahi para agama lain), jika aku menemui mereka akan kuperangi mereka (Shahih Bukhari)

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan mereka (wahabi) hidayah, kita terus memerangi mereka, bukan dengan senjata tentunya, karena mereka adalah saudara muslimin kita namun salah arah karena kedangkalannya dalam syariah, kita berusaha membenahinya semampunya ***** akhir kutipan *****

    Berikut salah satu contoh upaya Habib Munzir dalam memerangi Wahabi  tanpa senjata alias melalui tulisan pada http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=181&Itemid=1  untuk menangkal aqidah (i'tiqod) bahwa Allah ta'ala ada di satu tempat atau ada di atas 'Arsy

    ***** awal kutipan **** Hadirin hadirat, sampailah kita kepada Hadits Qudsi, dimana Sang Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda menceritakan firman Allah riwayat Shahih Bukhari “Yanzilu Rabbuna tabaaraka wa ta’ala fi tsulutsullailil akhir…” (Allah itu turun ke langit yang paling dekat dengan bumi pada sepertiga malam terakhir).

    Maksudnya bukan secara makna yang dzahir Allah itu ke langit yang terdekat dengan bumi, karena justru hadits ini merupakan satu dalil yang menjawab orang yang mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala itu ada di satu tempat atau ada di Arsy.

    Yang dimaksud adalah Allah itu senang semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat kepada hamba hamba Nya disaat sepertiga malam terakhir semakin dekat Kasih Sayang Allah.

    Allah itu dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak. Berbeda dengan makhluk, kalau dekat mesti ada sentuhan dan kalau jauh mesti ada jarak. “Allah laysa kamitslihi syai’un” (Allah tidak sama dengan segala sesuatu) (QS Assyura 11)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala turun mendekat kepada hamba Nya di sepertiga malam terakhir maksudnya Allah membukakan kesempatan terbesar bagi hamba hamba Nya di sepertiga malam terakhir.

    Sepertiga malam terakhir kira kira pukul 2 lebih dinihari.., kalau malam dibagi 3, sepertiga malam terakhir kira kira pukul 2 lebih, sampai sebelum adzan subuh itu sepertiga malam terakhir, waktu terbaik untuk berdoa dan bertahajjud.

    Disaat saat itu kebanyakan para kekasih lupa dengan kekasihnya. Allah menanti para kekasih Nya. Sang Maha Raja langit dan bumi Yang Maha Berkasih Sayang menanti hamba hamba yang merindukan Nya, yang mau memisahkan ranjangnya dan tidurnya demi sujudnya Kehadirat Allah Yang Maha Abadi. Mengorbankan waktu istirahatnya beberapa menit untuk menjadikan bukti cinta dan rindunya kepada Allah.

    ***** akhir kutipan *****

    Rasulullah shallalahu alaihi wasallam telah memperingatkan kita bahwa akan timbul perselisihan di antara umat Islam dikarenakan ulama bangsa Arab sendiri

    Saya (Khudzaifah Ibnul Yaman) bertanya , “‘Wahai Rasulullah, dahulu kami dalam kejahiliyahan dan keburukan, lantas Allah membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini ada keburukan lagi? Nabi menjawab ‘Tentu’. Saya bertanya ‘Apakah sesudah keburukan itu ada kebaikan lagi? ‘Tentu’ Jawab beliau, dan ketika itu ada kotoran, kekurangan dan perselisihan. Saya bertanya ‘Ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang ciri-ciri mereka! Nabi menjawab; Mereka adalah seperti kulit kita ini, juga berbicara dengan bahasa kita. Saya bertanya ‘Lantas apa yang anda perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu? Nabi menjawab; Hendaklah kamu selalu bersama jamaah muslimin dan imam mereka! Aku bertanya; kalau tidak ada jamaah muslimin dan imam bagaimana? Nabi menjawab; hendaklah kau jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok / sekte) itu, sekalipun kau gigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu kamu harus tetap seperti itu. (HR Bukhari)

    Berkata Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari XIII/36: “Yakni dari kaum kita, berbahasa seperti kita dan beragama dengan agama kita. Ini mengisyaratkan bahwa mereka adalah bangsa Arab”.

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan datang pada akhir zaman, orang-orang muda dan berpikiran sempit. Mereka senantiasa berkata baik. Mereka keluar dari agama Islam, sebagaimana anak panah lepas dari busurnya. Mereka mengajak manusia untuk kembali kepada Al-Quran, padahal mereka sama sekali tidak mengamalkannya. Mereka membaca Al-Quran, namun tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka berasal dari bangsa kita (Arab). Mereka berbicara dengan bahasa kita (bahasa Arab). Kalian akan merasa shalat kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan shalat mereka, dan puasa kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa mereka.”

    Dari hadits tersebut dapat kita ketahui bahwa ulama yang menyebabkan perselisihan adalah ulama bangsa Arab sendiri yang paham bahasa Arab dalam makna dzahir (makna apa yang tertulis / tersurat) dan melupakan makna bathin (makna di balik yang tertulis / tersirat) yang umumnya terdapat dalam ilmu balaghah atau ilmu sastra Arab sehingga timbul ketidakseimbangan atau ketidakstabilan atau berakhlak buruk seperti menyerang atau memerangi kaum muslim sebagaimana yang telah disampaikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2013/07/07/penyebab-ketidakseimbangan/  karena fungsi sastra adalah fungsi rekreatif, didaktif, estetis, moralitas dan religius yang semua itu berhubungan dengan hati sehingga dapat membuka mata hati (ain bashiroh).

    Wassalam

    Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Memerangi mereka bukan dengan senjata Rating: 5 Reviewed By: Jazari Abdul Hamid
    Scroll to Top